10 Pembunuh Terkejam Di Dunia

Semua orang di dunia ini pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pembunuhan hingga pembunuhan paling kejam.Yups, pembunuhan bukanlah merupakan hal baru di penjuru dunia ini. Dan bahkan sejak beradab-abad yang lalu, sudah banyak terdapat sejumlah pihak yang tega merenggut nyawa sesamanya dengan cara terkejam ataupun bisa juga dibilang dengan sadis.

Jika tidak percaya, lihat saja sejumlah kasus pembunuhan yang marak terjadi di negara Inggris sekitar 150 tahun yang lalu. Beragam kasus pembunuhan itu semakin mengerikan, terlebih pelakunya adalah sejumlah manusia yang memiliki wajah innocent alias tidak bersalah. Sehingga, orang-orang yang berada di sekitar mereka pun tidak menyangka bahwa mereka memiliki jiwa pembunuh yang cukup sadis.

Akibat dari perilaku mereka yang sama sekali tidak masuk ke dalam kategori manusiawi, mereka pun dikurung ke dalam satu tempat khusus yang memang hanya ditempati oleh sejumlah orang yang dianggap tidak berprikemanusiaan yaitu rumah sakit jiwa terkenal di negara Inggris yakni Broadmoor Hospital.

Untuk lebih memperjelas anda, saya telah merangkum sejumlah informasi mengenai 10 Pembunuh Terkejam Di Dunia, dinilai dari segi fisik dan karakter wajahnya yang khas. Sebagai berikut :

1. Richard Dadd.

Richard Dadd merupakan seorang pria berkebangsaan Inggris dan lahir pada tahun 1817. Pada tahun 1846, dia tega membunuh ayah kandungnya sendiri dengan menggunakan pisau sebagai medianya hingga menemui ajal karena dianggap sebagai jelmaan iblis. Seperti yang dilansir, tahun 1842 dirinya memang sudah menunjukkan berbagai tingkah laku yang cukup aneh, salah satunya menjadi lebih agresif dan kejam. Bahkan, Richard Dadd juga kerap menyatakan bahwa dirinya merupakan titisan Dewa Mesir yang bernama Osiris.

Usai menghabisi nyawa ayahnya yang dianggap sebagai iblis, Richard Dadd melarikan diri ke negara Prancis, dan bahkan pun sempat berusaha untuk membunuh orang-orang yang berada disekitarnya. Namun, tidak dalam jangka waktu yang cukup lama, dirinya pun berhasil diringkus oleh pihak yang berwajib dan dimasukkan ke dalam Rumah Sakit Jiwa Broadmoor.

Selama menetap di rumah sakit jiwa Broadmoor, Richard Dadd terus melakukan kegemarannya yakni melukis dan memang dirinya pun diketahui merupakan seorang pelukis profesional. Pada akhirnya dan tepatnya pada tahun 1886, Richard Dadd dinyatakan meninggal dunia karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

2. John Payne.

Meskipun baru menginjak usia yang masih terbilang muda yakni 19 tahun, John Payne telah dikenal sebagai sosok pencuri yang handal alias profesional. Pada tahun 1857, John Payne dipindahkan ke kota London dari kota Birmingham dan mendekap di rumah tahanan St Martin. Dibandingkan dari semua narapidana yang mendekap dirumah tahanan tersebut, John Payne lah yang bersikap paling agresif dan liar sehingga mau tidak mau, dirinya pun terpaksa diikat di suatu ranjang dalam beberapa malam. Dan yang paling tidak disangka, John Payne berhasil membebaskan diri dari ikatan tersebut dan bahkan membunuh rekan sekamarnya dengan cara yang cukup sadis yakni menggunakan sekop sebagai media pembunuhannya.

3. Marry Ann Mellor.

Memang kita semua tahu bahwa hidup dalam keluarga yang serba berkecukupan memang merupakan suatu jaminan resmi bagi seseorang agar jauh dari kata “liar”. Tapi hal itu tidak berpengaruh pada seorang putri bangsawan Inggris yang bernama Mary Ann Mellor. Buktinya pada tahun 1867, Marry Ann Mellor yang sedang dalam pengaruh alkohol saat itu, mencoba untuk menggorok leher sang pembantunya.

Dan yang tidak disangka, saat peristiwa itu, Marry Ann Mellor tengah hamil anak kelimanya. Oleh karena segala perbuatan tidak manusiawi yang dilakukannya, Marry Ann Mellor pun harus rela mendekap di rumah sakit jiwa Broadmoor selama 3 tahun lamanya dan pada saat itu dirinya masih berumur 27 tahun.

4. George Johnston.

George Johnston merupakan seorang pria kelahiran 1764 yang berkebangsaan Inggris. George Johnston pun diketahui adalah seorang kapten dari kapal SS Tory, dimana kapal SS Tory ialah sebuah kapal perdagangan yang berlayar dari Hongkong ke Liverpool pada tahun 1790. Namun tidak disangka dalam perjalanan pelayaran itu, George Johnston tega menghabisi nyawa salah satu awak kapalnya dengan menggunakan pedang.

Setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan lengkap, George Johnston yang pada saat itu berusia 29 tahun mengaku sedang berada di bawah pengaruh alkohol dan sama sekali tidak sadar telah membunuh salah satu awak kapalnya sendiri dengan pedang. Beruntungnya, George Johnston dinyatakan tidak bersalah dan tidak harus mendekap di rumah tahanan. Namun, dirinya harus rela untuk menetap di rumah sakit jiwa Broadmoor seumur hidup. Dan pada akhirnya tepat pada tahun 1843, George Johnston dinyatakan meninggal karena penyakit tumor otak yang dideritanya.

5. Daniel McNaughton.

Daniel McNaughton adalah seorang pria kelahiran tahun 1813 yang juga merupakan seorang warga negara Inggris. Namun pada tahun 1843, Daniel McNaughton memutuskan untuk pindah ke London dari Glasgow hanya untuk menghabisi nyawa Perdana Menteri Sir Robert Peel. Namun semua usahanya itu gagal karena yang dibunuhnya ternyata adalah Sekretaris pribadi dari sang Perdana Menteri Sir Robert Peel. Oleh karena segala perbuatan tidak terpuji yang dilakukannya, Daniel McNaughton pun harus mengakhiri sisa hidupnya di rumah sakit jiwa Broadmoor dan pada akhirnya meninggal dunia karena penyakit jantung pada tahun 1865.

6. Edward Oxford.

Edward Oxford adalah seorang pria kelahiran 1822 yang berkebangsaan Inggris. Edward Oxford juga merupakan orang pertama yang menembak ke arah Ratu Victoria pada tahun 1840. Pada saat peristiwa itu, diketahui bahwa Ratu Victoria sedang berada di atas kereta kuda bersama suaminya yakni Pangeran Albert. Beruntungnya, peristiwa itu tidak memakan korban jiwa dan Edward Oxford pun berhasil ditangkap. Atas segala perbuatan tidak manusiawi yang dilakukannya, Edward Oxford pun dinyatakan tidak bersalah karena dianggap mengidap penyakit kejiwaan. Pada akhirnya, Edward Oxford harus rela mendekap di rumah sakit jiwa Broadmoor. Dan saat dinyatakan bebas pada tahun 1865, Edward Oxford memutuskan untuk memulai kehidupan baru dan resmi mengganti namanya menjadi John Freeman.

7. William Thomas.

Pada awalnya, William Thomas hidup normal seperti keluarga lain pada umumnya dengan menetap bersama seorang ibu dan dua saudaranya di kota Prenton, Inggris. Namun beberapa lama kemudian, William Thomas mengalami sakit kepala yang cukup hebat. Sang ibu yang melihat hal itu pun sangat sedih dan memutuskan untuk mengirimnya ke rumah sakit jiwa agar mendapat pengobatan yang lengkap.

William Thomas yang mengetahui bahwa dirinya akan segera dikirim ke tempat yang tidak disukainya pun merencanakan suatu pembunuhan sadis terhadap ibunya. Pada suatu malam hari ketika ibu dan kedua saudaranya telah tertidur pulas, William Thomas pun melakukan aksinya dengan menggorok leher ibunya hingga putus dan akhirnya pun meninggal dunia dalam sekejap. Dan yang lebih sadisnya, William Thomas mengubur mayat ibunya di halaman rumah agar tidak meninggalkan jejak. Namun, semua itu akhirnya terungkap dan dia pun menjalani proses hukum di pengadilan setempat.

Karena dikatakan positif mengalami penyakit kejiwaan, William Thomas pun dikirimkan ke rumah sakit jiwa Broadmoor pada tahun 1864. Meskipun mengalami gangguan kejiwaan, akan tetapi ternyata William Thomas sangat handal dalam hal memasak. Oleh karena itu, pihak rumah sakit tidak segan-segan untuk mempekerjakan dirinya sebagai koki sampingan di dapur rumah sakit tersebut. Tak bertahan lama, William Thomas pun meninggal dunia pada tahun 1867 karena aksi bunuh diri yang dilakukannya.

8. Martha Bacon.

Martha Bacon adalah seorang pembunuh sadis yang tega mengakhiri nyawa kedua anaknya pada tahun 1856. Kedua anaknya yang masih terbilang cukup dini yakni 2 tahun dan 11 bulan pun harus rela meninggalkan dunia ini karena tusukan pisau yang menancap di leher mereka. Ketika menjalani proses pemeriksaan, Martha Bacon menyatakan bahwa ada seorang penyusup yang menyelinap masuk ke rumahnya dan membunuh kedua anaknya.

Meskipun demikian, namun pada akhirnya semua kebohongan itu terungkap dan Martha Bacon dinyatakan sebagai tersangka. Karena dianggap mengidap gangguan kejiwaan, Martha Bacon pun harus rela menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa Broadmoor dengan menjahit dan merajut yang memang merupakan hobi kesehariannya ketika di rumah. Dan pada akhirnya, Martha Bacon meninggal dunia pada tahun 1899 karena penyakit kanker perut yang menyerangnya.

9. William Chester Minor.

William Chester Minor merupakan seorang pria kelahiran 1834 yang berkebangsaan Amerika Serikat. William Chester Minor juga merupakan seorang dokter yang hidupnya cukup makmur bergelimang harta kekayaan. William Chester Minor akhirnya hijrah ke kota London pada tahun 1871 karena diminta untuk menjelaskan semua rincian perang yang telah dia saksikan secara langsung.

Ketika suatu malam, William Chester Minor merasa bahwa dia melihat hantu dan berusaha untuk mengejar dan menangkapnya. Ketika mengejar, tanpa disadari dia telah menghabisi nyawa seorang pria dengan tembakan yang dilesatkan dari pistolnya. Atas segala perbuatannya, William Chester Minor pun dikirimkan ke rumah sakit jiwa Broadmoor. Selama mendekap di rumah sakit jiwa Broadmoor, William Chester Minor sempat dipercaya untuk menyusun sejumlah kata yang akan dimasukkan ke dalam Oxford English Dictionary.

William Chestor Minor memang dikenal sebagai seorang yang sudah sangat profesional dalam bidang penyusunan dan penggunaan kata. Tepatnya pada tahun 1902, gangguan kejiwaan yang dialami William Chester Minor semakin menjadi. Buktinya, dia memotong alat vitalnya sendiri dengan menggunakan pisau sebagai medianya. Beruntungnya, dia dapat diselamatkan meski harus mengalami sedikit cacat pada alat vitalnya. Setelah kejadian itu, William Chester Minor pun dinyatakan sembuh dan dibebaskan dari rumah sakit jiwa Broadmoor. Dan pada akhirnya tepatnya pada tahun 1920, William Chester Minor meninggal dunia karena penyakit jantung mendadak yang menyerangnya.

10. William Sellers.

Pada tahun 1838, William Sellers yang saat itu berusia 46 tahun tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri dengan dengan cara yang cukup sadis. Diketahui masalah yang menyebabkan peristiwa itu terjadi sangatlah sepele yakni sang ibu menyuruh William untuk menghentikan kebiasaannya yang suka bercukur sendiri. Alasannya, sang ibu khawatir bahwa William akan melukai kulitnya sendiri karena keseimbangan tangan yang belum terbilang profesional seperti tukang cukur pada umumnya.

Tidak disangka, William Sellers yang mendengar ocehan tersebut, langsung mendorong sang ibu dengan sangat keras ke kompor mereka hingga sang ibu pun terjatuh. Belum cukup, William Sellers mengambil batubara dan melemparkannya ke sang ibu dengan menggunakan sekop sebagai medianya. Seketika, nyawa sang ibu pun melayang di tangan anaknya sendiri, William Sellers. Setelah mendekam selama 20 tahun lamanya di penjara, William Sellers akhirnya dikirim ke rumah sakit jiwa Broadmoor.

Diantara semua pasien yang berada di rumah sakit jiwa Broadmoor, William Sellers lah yang paling suka membuat keributan. Tak berselang lama kemudian dan tepatnya pada tahun 1973, William Sellers dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit radang selaput dada yang dideritanya.

Jadi begitulah sedikit informasi yang saya rangkum tentang 10 Pembunuh Terkejam Di Dunia. Sedikit amanat penting yang ingin saya sampaikan kepada anda, “Waspadailah segala perilaku orang-orang yang berada di sekitar anda karena jika perilaku yang ditunjukkan mereka kepada anda tidak seperti biasanya melainkan menjadi lebih agresif ataupun semakin kejam, maka bisa dipastikan bahwa di dalam hati mereka, tersimpan jiwa seorang pembunuh agresif”. Semoga artikel informasi ini dapat memberikan wawasan tersendiri bagi anda.